Daun Ganja, toko ganja untuk melayani pembelian ganja aceh Indonesia.

Laman

Tampilkan postingan dengan label Ganja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ganja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Desember 2013

Ganja di Jamaika

Bendera Jamaika & Ganja
Menteri Kehakiman Jamaika, Mark Golding sedang mempersiapkan sebuah inisiatif untuk melegalkan ganja. Hal ini terkait dengan suksesnya legalisasi ganja di dua negara bagian Amerika Serikat, Colorado dan Washington.
Mark Golding mengatakan, Departemen Kehakiman sedang melangkah kedepan untuk mereformasi hukum yang berkaitan dengan ganja. “Kabinet akan memperoleh kesempatan untuk mempertimbangkan rekomendasi dari kami dan kami akan melihat apakah Kabinet akan menyetujui usulan tersebut.
Lebih dari 10 tahun yang lalu, National Commission on Ganja (Komisi Nasional Ganja) yang diketuai Barry Chevannes, seorang tokoh budaya yang dihormati di Jamaika kembali mengangkat isu legalisasi. Dulu usulan legalisasi ganja pernah ditolak, tetapi Golding berpikir sekarang keadaannya telah berubah. "Mengikuti perkembangan internasional, khususnya di Amerika Serikat, situasi kini telah berubah. Saya rasa sekarang adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memulai reformasi hukum kepemilikan ganja disini."
Pada tanggal 24 September anggota parlemen Jamaika telah membuka perdebatan tentang proposal dekriminalisasi kepemilikan ganja untuk keperluan pribadi. Tidak ada RUU yang telah disusun atau voting yang dijadwalkan, tetapi wacana legalisasi ganja untuk tujuan meningkatkan perekonomian di negara kepulauan tersebut sedang dibahas dengan serius.
Beberapa anggota parlemen mengeluhkan kebijakan hukum yang berlaku saat ini yang mana setiap minggunya sebanyak 300 pemuda di Jamaika masuk catatan kriminal hanya karena memiliki ganja untuk digunakan sendiri. Kondisi ini malah menciptakan ledakan pengangguran baru.
Pelarangan ganja mengakibatkan kriminalisasi ribuan orang Jamaika. Padahal mereka menggunakannya oleh karena alasan yang mengakar dalam budaya mereka. Menteri Negara Pariwisata & Hiburan, Damion Crawford yang juga seorang Rastafarian mengatakan bahwa untuk penggunaan pribadi, tuntutan kriminal atas kepemilikan ganja terlalu berat
Share:

Ganja di Amerika

Negara bagian AS, Washington membutuhkan ganja sebanyak 135 sampai 225 metrik ton untuk kebutuhan tahun depan. Demikian menurut perkiraan dari para peneliti di RAND Corporation. Jumlah tersebut dua kali dari estimasi sebelumnya.
Kantor keuangan Washington sebelumnya memperkirakan konsumsi ganja di Washington akan mencapai 85 metrik ton pada 2013. Berdasarkan data federal dari 2008 dan 2009 diperkirakan terdapat sekitar 363.000 orang pengguna ganja di Washington .
Angka tersebut diperbarui tahun 2010 dan 2011 dengan jumlah 556.000 orang. Untuk mengetahui jumlah pengguna baru, organisasi nirlaba RAND bersama lembaga survey kesehatan mengadakan survei berbasis web kepada pengguna ganja di negara bagian Washington. Survey menampilkan foto-foto dari orang-orang yang disembuhkan dengan ganja dan menyebutkan jumlah aktual ganja yang mereka gunakan.
Laporan tersebut melihat dari berapa banyak pengguna ganja mengkonsumsi ganja setiap hari. Perhitungan biasanya menghitung jumlah pengguna, tidak menghitung gram. Dengan menggunakan data dari survei konsumsi ganja melalui website, diperkirakan warga penduduk Washington yang menggunakan ganja rutin 21 kali per bulan atau lebih, rata-rata menghabiskan 1,3 sampai 1,9 gram sehari.
Laporan RAND memperkirakan tiga kabupaten yang paling padat penduduknya (Raja, Snohomish dan Pierce) merupakan setengah dari seluruh konsumen ganja di negara bagian tersebut. Diperkirakan ganja akan dijual seharga $ 12 per gram. Oleh karenanya Washington bisa mengumpulkan sekitar $ 200 juta dalam bentuk pajak ganja tahun ini, demikian menurut perkiraan tahun 2012. (IG)
Share:

Ganja di Uruguay

Parlemen di UruguayUruguay berhasil meluluskan RUU legalisasi ganja pada hari Rabu (31/7). Keberhasilan ini membawa Uruguay menjadi negara pertama di Amerika Selatan yang secara hukum mengatur produksi, distribusi dan penjualan ganja.
Setelah lebih dari 12 jam perdebatan, RUU legalisasi ganja berhasil mengumpulkan 50% suara yang dibutuhkan. Hanya 46% anggota parlemen yang menentang RUU ini. Senat diharapkan untuk segera mengambil tindakan pada bulan Oktober.
Presiden Jose Mujica mengatakan ia mendukung RUU yang akan memungkinkan ganja untuk dijual di apotek dan membuat pendaftaran bagi mereka yang mau membeli. Penduduk yang sudah berusia 18 tahun keatas akan diizinkan untuk membeli ganja.
Presiden Uruguay - Jose Mujica
Tahun lalu Presiden Jose Mujica mengatakan kepada CNN en Español bahwa ia mendukung legalisasi ganja.
"Jika kita melegalkan ganja, kita akan merusak pasar gelap narkoba karena kita akan menjualnya lebih murah daripada yang dijual bandar narkoba di pasar gelap dan kita akan memiliki daftar orang-orang yang membeli."
Kritikus dari kelompok konservatif mengatakan hal itu sama saja seperti mempromosikan kecanduan narkoba dan mengatakan bahwa Mujica itu kurang informasi.
Pendukung RUU, koalisi luas dari partai politik sayap kiri, mengatakan legalisasi akan memerangi perdagangan narkoba ilegal dan ini akan mempengaruhi negara-negara Amerika Latin lainnya untuk mengikuti jejak yang sama seperti Uruguay.
"Ini merupakan perwujudan dari paradigma baru terkait kebijakan narkotika. Uruguay akan menjadi negara pertama yang secara efektif mengendalikan produksi, pengolahan, distribusi, penyimpanan dan penjualan ganja dan menghapus pelarangan dan strategi hukuman. Demikian dikatakan Lisa Sanchez, direktur Latin America of Transform Drug Policy Foundation.
Tahun lalu, pemerintahan Mujica mengirim surat ke anggota parlemen mengenai RUU legalisasi ganja. Isi surat itu adalah untuk menciptakan pasar yang dikelola pemerintah yang akan "berkontribusi pada pengurangan risiko dan potensi bahaya bagi orang yang menggunakan ganja untuk rekreasi atau medis."
Selama ini ganja adalah zat ilegal yang paling umum digunakan di Uruguay. Pengedar narkoba selama ini menangguk keuntungan bersih sebanyak $30 juta sampai $40 juta per tahun dari pasar gelap.
Penggunaan ganja legal di Uruguay, tapi tidak untuk produksi dan penjualan. Di Uruguay, konsumsi ganja telah diperbolehkan selama 40 tahun, tetapi hanya dapat diakses melalui bandar narkoba yang mengakibatkan tindak kejahatan dan tertular narkoba lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, langkah-langkah legalisasi telah mendapatkan perhatian di antara beberapa pemimpin Amerika Latin di tengah meningkatnya kekerasan yang terjadi akibat perang narkoba.
Tapi ide legalisasi masih mendapatkan kritik sengit. Pejabat pemerintahan Obama telah berulang kali menekankan penolakan mereka terhadap proposal legalisasi ganja.
Tahun lalu, John Walters, yang memimpin “White House Office of National Drug Control Policy” sejak 2001-2009, mengatakan kepada CNN bahwa dekriminalisasi akan "benar-benar merusak diri" dan akan menyebabkan lebih banyak kejahatan.
Mantan Presiden Meksiko Vicente Fox adalah pendukung vokal legalisasi ganja, ia mengatakan bahwa menggunakan kekuatan militer untuk melawan kartel narkotika tidak berhasil, namun legalisasi bisa.
"Dengan legalisasi, kita akan mengurangi kekerasan dan mengendalikan penjahat dengan mengurangi pendapatan mereka, dan pada saat yang sama, ganja akan menjadi bisnis yang akuntabel dan transparan di tangan pengusaha,” demikian dikatakan Vicente Fox kepada CNN pada bulan Mei. (IG)
Share:

Ganja akan legal di Atceh


Lambang Negara Atjeh
Aceh memiliki ladang ganja terbesar di Asia Tenggara yang tersebar di hutan-hutan, mulai dari Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Besar hingga Kabupaten Bireuen. Struktur tanah yang subur di Aceh dan curah hujan yang tinggi membuat tanaman Cannabis ini menjadi sangat baik dan berkualitas. Ganja digunakan untuk penyedap masakan seperti gulai kambing, dodol Aceh, mie Aceh, kopi Aceh dan sebagainya untuk menambah cita rasa makanan. Kemahiran orang Aceh dalam meracik masakan dengan penyedap berbahan ganja (daun, biji dan batang) membuat kuliner Aceh menjadi identik dengan tanaman ganja.
UNODC (United Nation on Drug and Crimes) melaporkan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil ganja terbesar di wilayah Asia Tenggara. Wilayah Indonesia yang paling banyak ditanami ganja adalah Provinsi Aceh.
Di beberapa negara, ganja sudah digunakan untuk keperluan industri dan medis. Berbagai hasil penelitian telah membuktikan bahwa mariyuana dapat menjadi obat yang ampuh. Misalnya, seseorang yang menderita lumpuh dapat disembuhkan dengan menggunakan ganja sebagai alat terapi penyembuhan penyakit Kanker, Glukoma, HIV/AIDS, dan gangguan penyakit lainnya.
Status Kemerdekaan Atjeh
Sekarang ini sedang hangat-hangatnya berita tentang bendera Atjeh yang berkibar diseluruh pelosok Nanggroe Atjeh Darussalam (NAD). Berkibarnya bendera Aceh ini melambangkan kemerdekaan provinsi Atjeh keluar dari NKRI. Kemerdekaan Atjeh memang sudah dari dulu diidam-idamkan rakyat Atjeh namun oleh karena intimidasi, doktrinisasi, maka rakyat jadi takut untuk jujur mengatakan keinginannya merdeka.
Perjanjian Helsinki yang ditandatangani Pemerintah Indonesia bersama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah sebuah bentuk perjanjian kemerdekaan secara de facto yang diberikan kepada Aceh. Cut Justisia, anggota dewan Pakar Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) mengatakan, "Di dalam isi perjanjian itu Aceh bisa membuat partai sendiri, mata uang, bahkan bisa melakukan perdagangan internasional sendiri. Itu artinya Aceh sudah berdaulat secara de facto."
Bendera Aceh Merdeka Berkibar
Kalau kita menilik dari kesepakatan Helsinki, yang mana NAD boleh melakukan perdagangan internasional sendiri dan memiliki mata uang sendiri, sangat mungkin bagi Aceh bisa membuat aturan hukum sendiri terkait perdagangan ganja. Aceh bisa menjual ganja sendiri ke luar negeri sebagai komoditas ekspor. Aceh hanya akan menjual ganja ke negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat yang sudah melegalkan ganja untuk kegunaan medis dan industri.
Legalisasi Ganja di Aceh
Indonesia tidak perlu khawatir seandainya nanti ganja legal di Aceh, sebab aturan perdagangannya akan dikelola secara profesional oleh pemerintah Atjeh. Seandainya pun pemerintah Atjeh tidak bisa menjamin bahwa ganja dari negaranya sebagian akan di bawa ke Jakarta atau dijual diluar Atjeh, itu tidak bisa dijadikan alasan untuk melarang Atjeh memperdagangkan ganjanya. Justru Indonesia lah yang seharusnya berpikir bagaimana solusinya dalam menghadapi perubahan kebijakan atau dinamika bernegara dan berkedaulatan. Pemerintah Indonesia harus memahami gejolak perubahan hukum internasional terkait legalisasi ganja dan bukan dengan cara memerangi Atjeh dengan alasan memerangi peredaran ganja.
Legal atau tidak legal, ganja sudah menjadi bahagian dari sejarah dan budaya bangsa Aceh. Lalu kenapa pemerintah Indonesia harus takut pada tanaman ganja di Aceh? (cpt)
Share:

Ganja di AL-bania


Albania adalah pemasok ganja terbesar di Eropa, sebagian besar berasal dari Lazarat, sebuah kota dengan populasi penduduk 2.000 jiwa. Pertanian ganja tersebut dikerjakan oleh pekerja musiman yang menghasilkan sekitar 900 ton ganja per tahun. Ganja yang dihasilkan bernilai sekitar € 4.5 miliar ($ 6 miliar), hampir sepertiga dari perekonomian Albania.
Ganja masih ilegal di negara Balkan, tapi banyak orang mengatakan polisi tidak mampu atau tidak mau campur tangan dalam urusan ganja di Lazarat.
Cannabis adalah sumber pendapatan utama bagi penduduk Lazarat. Warga kota Lazarat siap mempertahankan ladang ganja dari serangan polisi. Warga desa sering menembakkan Kalashnikov di udara pada malam hari setelah para pekerja meninggalkan ladang.
Di halaman sebuah rumah yang menghadap desa yang dikelilingi dinding beton yang tinggi dengan kawat berduri diatasnya, sekitar 30 orang bekerja dalam suasana yang tenang. Mereka bekerja melepaskan tunas tanaman ganja kering yang disimpan dalam kantong plastik. Untuk satu kilo pucuk ganja, mereka di bayar sekitar 10 euro atau perhari 17 euro.
Bagi mereka yang bekerja dengan baik akan mampu menyewa kamar di hostel Gjirokastra, atau membayar € 1 per malam untuk kamar dengan tiga atau empat orang.
Harga dua kilo ganja senilai dengan satu ton gandum. Meskipun kondisi pekerjaan yang keras, bekerja di ladang ganja jauh lebih menguntungkan daripada di pertanian umum.
Seorang produsen ganja Lazaret membeli benih dari Italia atau Belanda seharga 4 sampai 10 euro, yang dapat menghasilkan 0,3 hingga 0,5 kilogram untuk menjual. Satu kilo ganja menghasilkan 220-250 euro di Albania, dan seharga 1.000 sampai 2.000 euro jika di jual di pasar Eropa.
Penduduk desa hanya berurusan dengan produksi dan kemasan, selanjutnya ada "bos besar” yang mengendalikan pasar. Anti-money Laundering di Albania mengatakan bahwa uang hasil penjualan ganja illegal di cuci di Albania atau negara barat lainnya.
Meskipun Albania berperan sebagai pemasok utama ganja di Eropa, namun setiap terjadi penangkapan polisi hanya menyita ganja dalam jumlah yang relatif kecil. (IG)
Share:

Ganja dalan urina


Tes Urine adalah salah satu cara yang paling sering dilakukan polisi ketika memeriksa apakah seseorang adalah pengguna ganja atau tidak. Selain tes urin ada beberapa cara lain yang dilakukan polisi atau dokter, yaitu tes darah (blood testing) dan tes rambut (hair testing). Namun tes urin adalah cara yang paling mudah bagi polisi untuk mengetahui tersangka dalam kasus tindak pidana narkotika apakah ia adalah pemakai atau bukan.
Orang yang baru saja mengkonsumsi ganja dapat diketahui melalui air seni selama 2 sampai 5 hari. Untuk pengguna berat antara 1 sampai 15 hari dan untuk pengguna ganja dengan lemak tubuh yang tinggi bisa sampai 30 hari. Untuk pemeriksaan melalui sampel rambut bisa sampai 90 hari. Pada pemeriksaan melalui sampel darah, untuk pengguna aktif antara 1 sampai 2 hari. Namun pada penelitian terbaru mengatakan bahwa ganja dapat dideteksi dalam darah manusia sampai 1 bulan untuk pengguna berat. (cpt)
Share:

Jumat, 27 Desember 2013

Asal Usul Tanaman "Ganja" di Bumi Aceh

Membahas tentang ganja, pasti kita teringat akan Aceh. Namun klaim itu tak bisa serta merta disambut negatif, karena memang benar adanya. Bahkan ada klaim bahwa Tanah 1001 Rencong ini juga dikenal sebagai produsen ganja terbesar di Asia Tenggara setelah Thailand. Hampir di setiap jengkal belantara Aceh dihiasi tanaman ganja. Tak pelak, Isu Aceh sebagai penghasil tanaman ajaib ini bahkan sudah mendunia. Sampai-sampai dalam sidang ke 49 Komisi Narkoba PBB (UN Commission on Narcotic Drugs) pada tanggal 13-17 Maret 2006 di Wina Austria, turut dibahas tentang fenomena ini. Konon lagi anggapan masyarakat internasional bahwa Aceh sudah memiliki trade mark sebagai ‘ladang ganja’ terbesar sekaligus penyuplai ganja berkualitas nomor wahid.

Menjamurnya tanaman ganja di Aceh sangat didukung oleh kondisi geografis, tanahnya juga subur, hujan teratur, dan posisi pegunungan dengan iklim yang relatif stabil, ditambah lagi keterisolasian akibat konflik sejak zaman Belanda, DI-TII sampai era GAM. Nah! Masyarakat yang berada di daerah terpencil terancam kelaparan dan kemiskinan akibat konfliknya. Warga berinisiatif menanam ganja untuk bertahan hidup.


Pertanyaannya, kenapa mesti ganja? Kan masih banyak komoditi lainya, seperti palawija dan berjuta jenis tumbuhan lainya. Jawabannya, bila tanaman lain tak ada yang backup alias menyokong atau alias-alias lainnya. Sebagai contoh, menanam pisang, harga pisang untuk transport saja tak cukup, bagaimana bisa menghidupi keluarga. Apalagi tak bisa dipasarkan dengan aman, karena Aceh lagi perang. Kalau bagi yang menanam ganja, itu ada proteksi atau perlindungan dari suatu kelompok tertentu yang lazim disebut OTK, hanya petani ganja dan Tuhannya saja yang tau siapa orang tak dikenal itu.

Kembali ke "cimeng". Kalau polisi lagi sehat dan gemar berpatroli, dalam satu bulan saja dapat menemukan hingga ratusan hektar ganja di hampir seluruh wilayah Aceh. Dari sekian banyak wilayah yang tanami ganja, Bireuenlah yang disinyalir terdapat ladang ganja terluas setelah Aceh Besar yaitu, kira-kira ada 44 tempat yang tersebar di enam kawasan dalam lima Kecamatan. Satu kali operasi saja, polisi bisa menemukan 20 sampai 90 hektar ladang. Hitung saja jika satu hektar menghasilkan 100 kilogram ganja siap panen. Maka berapa jadi uang?

Mari kita hitung-hitungan, jika harga ganja di tingkat lokal saat ini berkisar Rp. 200 ribu per kilogram, maka sekali panen Si Pak Tani beserta rezim-rezimnya dapat peng Rp 20 juta. Jika sampai di Sumatera Utara dan sekitarnya harganya bisa mencapai Rp700 ribu per kilogram. Belum lagi bila sampai ke Jakarta dan Jawa lainnya, harga ganja untuk partai besar mencapai Rp. 2 juta per kilogram atau Rp. 200 juta per hektar. Sementara kalau dijual eceran malah harganya melonjak hingga Rp3,5 juta per kilogram. Walau tak valid, katakanlah jumlah keseluruhan ladang ganja di Aceh ada 1000 hektar dengan asumsi setahun bisa tiga kali panen dengan harga Rp3,5 juta per kilogram. Maka setiap kali panen omset per tahun sangat menggiurkan, yaitu 100 ribu kg x 3,5 juta x 3 = Rp 1,05 triliun. Woww!!!

Dengan demikian hasil ganja Aceh hampir mengimbangi sepertiga dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) atau di Provinsi teman saya disebutnya APBD. Bayangkan, jika hasil tanaman ini diekspor, tentu menghasilkan keuntungan berlipat ganda, apalagi ganja Aceh telah mendapat predikat standar Internasional. Untung ganja tak legal, kalau legal, mungkin Aceh sudah dinobatkan sebagai negeri swasembada ganja. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf akan mendapat nobel layaknya Martti Ahtisaari, tokoh perdamaiaan Aceh yang terkenal itu, atau lebih tepatnya laksana Soeharto yang berhasil mengantar Indonesia sebagai Negara Swasembada Pangan.

Sejarah Ganja

Berdasarakan tinjauan historis, tanaman ganja pertama kali ditemukan di daratan Cina pada tahun 2737 SM. Masyarakat Cina kuno telah mengenal dan memanfaatkan ganja dalam kehidupan sehari-hari sejak zaman batu. Masyarakat Cina menggunakan mariyuana untuk bahan tenun pakaian, obat-obatan, dan terapi penyembuhan seperti penyakit rematik, sakit perut, beri-beri hingga malaria.



Cannabis atau ganja ini juga diolah untuk minyak lampu dan bahkan untuk upacara keagamaan seperti memuja dewa dan ritual kematian. Secara esensial ganja sendiri di sana dianggap tumbuhan liar biasa layaknya rumput yang tumbuh di mana saja karena tanahnya memang cocok. Hanya saja, ganja tidak sembarang tumbuh di tanah yang tidak sesuai dengan kultur tanaman ini. Ganja memerlukan karakter tanah dan faktor geografis tertentu, seperti di Cina, Thailand dan Aceh. Sementara di belahan bumi lainya seperti Eropa, Afrika dan Amerika, ganja juga dapat umbuh, namun hasilnya tak memuaskan, kecuali harus dengan sentuhan teknologi canggih, itu pun sangat sulit diaplikasikan.

Julukan populis lain ganja adalah mariyuana, yang berasal dari bahasa Portugis yaitu mariguango yang berarti barang yang memabukkan dan untuk bahasa ilmiahnya disebut Cannabis. Istilah ganja dipopulerkan oleh kaum Rastafari, kaum penganut sekte Rasta di Jamaika yang berakar dari Yahudi dan Mesir.

Menurut sejarahnya, ganja dibawa ke Aceh dari India pada akhir abad ke 19 ketika Belanda membuka perkebunan kopi di Dataran Tinggi Gayo. Pihak penjajah itu memakai ganja sebagai obat alami untuk menghindari serangan hama pohon kopi atau ulat pada tanaman tembakau. Walau Belanda yang membawanya ke dataran tinggi Aceh, namun menurut fakta yang ada, tanaman tersebut bukan berarti sepenuhnya berasal dari negaranya. Bisa jadi tanaman ini dipungut dari daratan Asia lainya. Di kalangan anak muda nusantara, ganja lebih familiar disebut bakong ijo, gelek, cimeng atau rasta. Sementara sebutan keren lainya ialah tampee, pot, weed, dope.

Setalah bertahun dan tumbuh menyebar hampir di seluruh Aceh, ganja mulai dikonsumsi, terutama dijadikan ‘rokok enak,’ yang lambatlaun mentradisi di Aceh. Bahkan kalau ada masakan, dianggap belum sempurna kalau bumbunya tidak dicampur dengan biji ganja. Tradisi ini memang sulit dihilangkan atau diberantas lagi di sana.

Keajaiban Ganja

Di balik harumnya tanaman pungo ini, ternyata memiliki banyak manfaat dan menyimpan sejuta kisah lain yang gila-gilaan dan sangat menakjubkan. Namun di negara yang ini, ganja hanya dikenal karena penyalahgunaannya (abuse) saja, yaitu dengan menghisap atau mengkonsumsinya saja. Sementara di luar negeri sana, tanaman ajaib ini sangat populer dan menjadi bagian dari hidup. Seperti, sebut saja Bob Marley yang kesehariaan hidupnya tak luput dari ganja. “Pesta ganja bersama Tuhan,” katanya. Bagi tokoh musik legendaris dunia ini, ganja sabagai dewa penolong sekaligus teman hidup penunjang karir. Namun kata kawan saya, ganja juga menolongnya agar cepat mati.



Selain itu ganja juga sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisasi yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara-negara berkembang dan sedang berkembang. Sebagai contoh, dulu di China ada yang namanya perang candu, negara maju seperti Inggris dan ‘kucing-kucing nakal’ lainnya memerangi alias merusak generasi muda cina dengan candu atau narkoba.

Sementara bagi masyarakat India Hindu sendiri, ganja dipakai dalam ritual penyembahan terhdap Dewa Siwa. Belum lagi kaum Rastafarian di Jamaika yang sangat mengagungkan ganja dan dapat mendekatkan diri dengan Tuhan karenanya. Entah lewat mana? Wallahualam!

Di Aceh, sebagai pusat ganja sekarang, bakong ijo ini juga menjadi bagian dari hidup, tapi bukan untuk menggoda Tuhan. Masyarakat setempat, dengan keterbatasan teknologi dan sejuta keterpurukan lainnya, mengolah ganja secara tradisional. Dengan pengetahuan yang ada, masyarakat daerah ini meramunya menjadi bahan konsumsi sehari-hari.

Hampir tak ada orang Aceh yang tak pernah mencicipinya, ada yang menikmatinya via rokok ternikmat, bumbu dapur, dodol, campuran kopi, hingga diolah ke berbagai jenis makanan lainya, selebihnya dijual ke luar Aceh. Apalagi jika ada kenduri, wah, ini yang lebih dahsyat. Bagi tamu yang belum terbiasa bisa kacau, tapi kalau di Aceh umumnya sih sudah biasa. Selain memiliki keunggulan seperti ramah lingkungan, di Aceh, ganja juga digunakan sebagai tanaman pengusir hama di ladang atau kebun.

Tau tak, bahan apa saja yang terbuat dari ganja? Tanaman ini, dari akar, batang, daun hingga ranting merupakan bahan istimewa untuk pembuatan kertas dan kain. Selain itu bijinya bisa digunakan sebagai bahan bakar minyak, baik langsung, maupun diubah melalui proses pirolisis menjadi batu bara, metana, methanol. Ganja jauh lebih baik daripada minyak bumi karena bersih dari unsur logam dan belerang, jadi lebih aman dari polusi. Lebih dari itu, biji ganja bergizi, dengan protein berkualitas tinggi, lebih tinggi dari kedelai.

Ganja ternyata bukan hanya sebatas itu, bahkan serat tanaman ganja jenis hemp pernah dipakai untuk tali pengikat kapal perang Tentara Armada Laut Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Tentunya setelah diolah terlebih dahulu. Sebuah data dari dunia maya menyatakan, serat ganja setelah diberi sentuhan teknologi, keunggulannya melebihi baja dan halus seratnya mampu mengalahkan serat kapas, aneh bukan?

Seiring perkembangan dunia industri, negara-negara maju, seperti Tasmania, salah satu negara yang tergolong paling besar memanfaatkan potensi ganja. Negara itu memanfaatkan ganja dengan menurunkan kadar THC (Tetrahydrocannabinol) untuk memproduksi bahan tekstil, kertas, bahan pembuat makanan, tapak rem dan kopling hingga untuk tali.

Sementara di Inggris terdapat pusat pengelolaan marijuana atau ganja. Lembaga itu meneliti tanaman ini secara medis dan farmasi. Hasilnya, tanaman yang daunnya berbentuk jari ini tetap diandalkan dan menjadi obat ampuh. Seperti pasien lumpuh dapat disembuhkan dengan terapi mariyuana dan dapat berjalan kembali layaknya orang normal, tidak impoten, dan mempunyai daya ingat yang tinggi.

Bukan hanya Inggris, di Kanada, pihak pemerintah melegalisasikan ganja untuk farmasi. Dilaporkan telah banyak pasien yang terbantu, seperti mengurangi rasa mual pada penderita AIDS dan penyakit lainnya. Pemerintah Kanada mengijinkan pembelian ganja dengan resep dokter di apotek-apotek lokal. Satu ons dijual sekitar 113 US dollar dan ganja dikirim melalui kurir ke pasien atau dokter mereka.

Menurut para medis, komposisi kimia yang terkandung dalam ganja adalah Cannibanol, Cannabidinol atau THC yang terdiri dari Delta -9- THC dan Delta -8- THC. Delta -9- THC sendiri dapat mempengaruhi pola pikir otak manusia melalui penglihatan, pendengaran, dan suasana hati pemakainya. Sementara Delta -9- THC diyakini para ilmuwan medis mampu mengobati berbagai penyakit. Daun dan biji ganja membantu penyembuhan penyakit tumor dan kanker. Akar dan batangnya bisa dibuat jamu yang mampu menyembuhkan penyakit kejang perut (kram), disentri, anthrax, asma, keracunan darah, batuk, diare, luka bakar, bronchitis.


THC sendiri merupakan zat yang dapat menghilangkan rasa sakit, misalnya pada penderita glukoma. THC memiliki efek analgesic, yang dalam dosis rendah saja bisa bikin ‘tinggi’. Bila kadar THC diperkaya, bisa lebih potensial untuk pengobatan. Selain itu di masyarakat tradisonal, ganja dipakai sebagai herbal medicine. Namun bila dipakai sembarangan dan berlebihan, karena sifatnya sebagai alusinogen dapat menimbulkan euphoria sesaat, malas. Efek terburuk dari ganja membuat reaksi pemakai lambat, dan pengganja cenderung kurang waspada.

Sebuah fakta lagi, kebanyakan orang takut menggunakan ganja bahkan haram bersentuhan dengannya, padahal ganja banyak dipasarkan dalam kemasan lain yang sering dikonsumsi orang tersebut sehari-hari, misalnya sebagai obat antikantuk, obat pelangsing, obat peningkat kecerdasan, obat kuat seks dan obat untuk menambah kepercayaan diri (konfiden).

Pelarang Ganja

Mengapa ganja dilarang? Inilah petanyaan yang belum dimengerti masyarakat luas. Padahal berbagai kampanye telah dilakukan, bahkan pemerintah sendiri pun telah mengeluarkan undang-undang tentang larangan proses produksi, distribusi sampai tahap konsumsi ganja. Undang-undang No. 22 1997 tentang narkotika mengklasifikasikan ganja; biji, buah, jerami, hasil olahan atau bagian tanaman ganja termasuk damar ganja dan hasil sebagai narkotika golongan I yang berarti satu kelas dengan opium dan kokain.

Pasal 82 ayat 1 butir a UU tersebut menyatakan bahwa mengimpor, mengekspor, menawarkan untuk dijual, menyalurkan, menjual, membeli, menyerahkan, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, atau menukar narkotika golongan I, dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama dua puluh tahun dan denda paling paling banyak satu milyar rupiah.


Di Aceh, dulu dijual bebas di pasar, digantung-gantung di kios, di gerobak-gerobak penjaja sayur. Ganja mulai dilarang ketika Hoegeng menjadi kepala pemerintahan Kolonial Belanda untuk wilayah nusantara. Ia ingin tahu penyebab pemuda Aceh bermalas-malasan yang dinilai merugikan ekonomi Kerajaan Belanda. Lalu dia menyamar, pergi ke kampung-kampung dan ketemulah jawaban bodohnya, karena ganja.

Di luar negeri, ganja dibedakan menjadi dua bagian, yaitu ganja untuk kepentingan industri maupun medis yaitu ganja jenis Hemp, dan ganja terlarang sering disebut Cannabis. Sementara di Indonesia tidak mengenal perbedaan ini, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 disebutkan bahwa ganja termasuk sebagai narkotika saja.

Salah satu sebab mengapa ganja menjadi tumbuhan terlarang adalah karena zat THC. Zat ini bisa mengakibatkan pengguna menjadi mabuk sesaat jika salah digunakan. Sebenarnya kadar zat THC yang ada dalam tumbuhan ganja dapat dikontrol kualitas dan kadarnya jika ganja dikelola dan dipantau dengan proses yang benar.

Dalam penelitian meta analisis para ahli dari Universitas Cardiff dan Universitas Bristol, Inggris, pencandu ganja berisiko schizophrenia, yakni peningkatan gejala seperti paranoid, mendengar suara-suara dan melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada yang berujung pada kelainan jiwa, seperti depresi, ketakutan, mudah panik, depresi, kebingungan dan berhalusinasi, gangguan kehamilan dan janin.

Kesan Aceh sebagai ladang ganja berkonotasi negatif memang telah mencoreng muka kita semua di mata Internasional. Untuk mengatasi ini, dibutuhkan keterlibatan segenap elemen mayarakat, terutama orang tua yang memiliki anak yang cerdas, kalau anaknya sudah bodoh dari sananya, tanpa pakai ganja pun cit ka pa'ak  alias dungu. Peran Pemerintah Aceh dan ulama serta penegak hukum yang ‘masih sehat’ sangat menentukan endingnya kemelut ganja di Aceh. Lebih menentukan lagi bila disokong penuh oleh NGO baik lokal maupun asing dan elemen sipil yang masih ‘mengudara’ di Aceh saat ini.

Dengan program Alternatif Development (AD) yang dicanangkan pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional (BNN), semoga 15 tahun mendatang, Aceh bebas dari efek negatif ganja dan dapat memanfaatkan potensi ganja sebagai komoditi ekspor unggulan untuk kepentingan industri maupun medis, tanpa harus disalah gunakan.



Kalau tidak, seperti kata hadis maja, “’Uet han, toh tan.” Maksud pemerintah kita melindungi generasi Aceh dari pengaruh ganja tak berhasil, malah potensi ganja untuk kepentingan industri dan medis yang ujung-ujungnya mensejahterakan rakyat pun melayang. Kasihan, kan? [Oleh: Rahmat RA, Mantan Pimpinan Redaksi Tabloid DETaK Mahasiswa Unsyiah].

Pada intinya tanaman ganja ini sangat bermamfaat dan berguna,cuma karena ulah manusia saja tanaman ini jadi cacat namanya, jadi ganja ini ibarat mata pisau di kalau di pakai buat bermamfaat seperti di dapur dsb tentu sangat berguna tapi sebaliknya kalau di buat untuk membunuh orang tentu si orang tersebut beserta pisau jadi permasalahan alias tertuduh yang siap menerima hukuman ( namanya material/alat serbasalah) demikian juga dengan ganja ini kalau dipakai buat bumbu masak dsb akan sangat berguna bagi manusia sebaliknya kalau dipakai buat mabuk-mabukan serta transaksi sudah pasti sangat merusak / fatal akibatnya terutama generasi muda.
Share:

Inilah Sekilas Sejarah Ganja

Referensi mengenai tanaman ganja (cannabis) tercatat dalam naskah Cina sejak awal 2700 SM. Penjelajah Eropa pertama kali memperkenalkan ganja ke dunia pada tahun 1545. Tanaman ini dianggap sangat bermanfaat oleh pemerintah kolonial Jamestown awal tahun 1607 dan mulai dibudidayakan. Di Virginia, petani didenda karena tidak mau menanam ganja. Pada tahun 1617 ganja mulai diperkenalkan ke Inggris. Dari abad ketujuh belas hingga ke pertengahan abad kedua puluh ganja dianggap sebagai obat rumah tangga yang berguna untuk mengobati penyakit seperti sakit kepala, kram menstruasi, dan sakit gigi. Dari tahun 1913-1938 jenis ganja yang lebih kuat dibudidayakan oleh perusahaan-perusahaan obat Amerika untuk digunakan dalam produk obat mereka. Ganja jenis itu disebut Cannabis americana.
Sebelum tahun 1910, perdagangan ganja dan hasish (bagian yang dihasilkan dari bunga) cukup terbatas. Namun, setelah Revolusi Meksiko, perdagangan obat-obatan lebih terbuka, ini mengakibatkan pertumbuhan dan pengangkutan obat-obatan menjadi lebih mudah dan lebih menguntungkan. Bisnis ini diperluas hingga mencapai pelabuhan New Orleans, di mana waktu itu ganja dijual di pasar gelap untuk penduduk lokal. Tak lama kemudian tren penggunaan ganja sebagai obat menjadi populer.

Ganja segera menjadi populer terutama pada turunan ganja yg kuat seperti: hasish, charas, ghanja, dan bhang. Para musisi mengatakan bahwa merokok ganja dapat memberikan mereka inspirasi yang dibutuhkan untuk memainkan musik mereka. Ada yang mengatakan bahwa ganja bisa memberi mereka visi kontemplatif dan perasaan kebebasan dan semangat yang luar biasa. Selain itu ganja juga di gunakan sebagai obat penghibur atau entertainment. Akhirnya penggunaan ganja, alkohol, dan obat-obatan yang lain menjadi lazim di kota-kota besar di seluruh dunia, seperti Chicago, New York, London, dan Paris.

Banyak entertainers dan musisi Jazz pada jaman itu yang menggunakan narkoba dan alkohol dan mereka sangat tergantung pada gangster (bandar narkoba) saat mereka manggung. Para gangster ini mampu memberikan berbagai obat dan alkohol untuk para pemain dan staf mereka secara gratis.

Di tahun 1920, sebagai hasil dari perubahan amandemen yang melarang penggunaan minuman beralkohol (Prohibition), penggunaan ganja sebagai obat psikoaktif mulai tumbuh. Bahkan setelah pencabutan larangan tersebut tahun 1933, ganja masih digunakan secara luas, seperti juga morfin, heroin, dan kokain. Pada tahun 1937, ke-46 negara bagian US melarang penggunaan ganja bersama dengan obat-obatan narkotika lainnya. Akan tetapi persepsi yang populer adalah ganja tidak adiktif seperti narkotika. Ganja diklasifikasikan sebagai obat yang mengubah suasana hati, persepsi, dan image, bukan sebagai obat narkotika. Ganja masih dianggap sebagai obat-obatan Schedule I, yang berarti ganja dianggap sebagai obat yang berbahaya tanpa ada penggunaan medis. Akhirnya setelah itu rancangan UU diusulkan untuk kembali mengklasifikasikan ganja sebagai obat Shedule II , yaitu sebagai obat berbahaya dengan penggunaan medis yang terbatas.

Pada tahun 1960-an ganja digunakan secara luas oleh generasi muda dari semua kelas sosial. Diperkirakan bahwa pada tahun 1994, 17 juta orang Amerika telah menggunakan ganja, dan sekitar 1,5 juta orang Amerika menghisap ganja secara teratur. Kehadiran strain ganja yang lebih kuat telah memperluas perdebatan antara penegak badan pengawas obat dan para pendukung dekriminalisasi ganja. Mereka berpendapat, ganja tidak dalam kelas yang sama seperti obat-obatan lain yang memang lebih adiktif. Pendapat yang lain menyatakan bahwa ganja adalah pintu gerbang “gateaway” untuk obat-obatan yang lebih keras dan karena itu hukum terhadap penggunaan dan distribusi harus tetap berlaku.

Sejak tahun 1976 undang-undang memungkinkan penggunaan ganja secara terbatas untuk keperluan medis (Medical Marijuana) yang telah diberlakukan di 35 negara bagian (pada tahun 2003 beberapa undang-undang tersebut telah berakhir atau secara khusus tidak diperpanjang oleh legislator negara bagian). Pada tahun 2002 ada upaya luas untuk dekriminalisasi pengguna ganja di Canada dan Britania Raya. Di Amerika Serikat, hampir semua level di tingkat negara bagian mereformasi hukum obat-obatan yang dianggap tidak efektif dengan melakukan over-riding pada hukum obat federal. Meskipun demikian, sejak 1996 delapan negara bagian telah memberlakukan berbagai upaya hukum yang secara efektif memungkinkan penggunaan medical marijuana yang terbatas dan terkendali. Akan tetapi di beberapa negara bagian tersebut, dokter dan pasien medical marijuana kemungkinan masih menghadapi tuntutan pidana federal.

Pada bulan Mei 1999, National Institutes of Health (NIH) mengeluarkan kebijakan yang menggambarkan perlunya penelitian lebih lanjut dalam penggunaan ganja untuk perawatan medis. NIH berpendapat bahwa penggunaan ganja untuk alasan medis harus melibatkan analisa mengenai manfaat penggunaan serta potensi risiko yang akan timbul.

Sejumlah inisiatif legalisasi ganja, mulai dari legalisasi untuk penggunaan pribadi terbatas sampai kemungkinkan para petani untuk menanam ganja yang menghasilkan non-psikoaktif ganja telah ditolak oleh para pemilih dalam beberapa tahun terakhir. Pada bulan November 2002, tiga proposal reformasi yang diusulkan di Nevada, South Dakota, dan Arizona dikalahkan oleh pemilih di negara-negara bagian tersebut. Para pendukung legalisasi ganja mengutip resolusi “tidak mengikat” di San Francisco dan Massachusetts yang mendorong pemerintah lokal dan legislator negara untuk mengembangkan strategi dekriminalisasi sebagai bukti kepentingan masyarakat dalam mereformasi hukum ganja. Para pendukung reformasi hukum ganja juga terus menegaskan bukti jajak pendapat yang menunjukkan sebagian besar masyarakat mendukung legalisasi ganja untuk keperluan medis. (cpt)
Share:

Cara Mudah Menanam Ganja Untuk Pemula

Ganja Man
Cara Mudah Menanam Ganja Untuk Pemula
  1. pilihan media tanam : Tanah, Hidrophonic, Aerophonic dan Bublephonic 
  2. tempat : Dalam Ruangan, Luar Ruangan (Alam)
Mulai dari memilih biji yang hidup dan yang mati

Caranya gampang......klo ada banyak biji rendam dalam air selama 1 jam so yang tenggelam yang berpotensi buat tumbuh

Tutorial ini untuk penanaman didalam ruangan menggunakan lampu sebagai media penerangan pengganti matahari
Yang mesti disiepin diantaranya :
  • biji
  • tanah
  • pupuk
  • aktif karbon (bisa di beli di petshop)
  • water spray
  • pot
  • lemari kecil
  • aluminium foil
  • exousfan kecil
  • lampu max 1000 watt => diatasnya mesti punya pengukur keseimbangan ph air
  • thermometer


Tahap awal


make teh growing box


Lapis semua isi lemari dengan dengan foil
pasang lampu didalemnya pilih watt sesuka anda minimal 100 watt
pasang exousfan


Nah sekarang kamu uda punya growingbox sendiri....he..
Taroh dikamar...eeit... pastiin cuma kamu yang tau tentang ini....he..


biji-biji yang uda direndam kamu bungkus dengan kain basah, ga basah-basah banget c...cukup basah aja. Kamu masukin ke dalam toples kedap udara.


3 hari kemudian kamu bisa liat toge (bukan toket gede maksudnya haha)


Masukan toge ke pot tanah...Siraaaam...


Masukin ke growbox yang kamu uda buat tadi


Suhu didalemnya ga boleh lebih dari 30 derajat celcius
klo diatas itu bakalan kebakar dah


Usahain untuk dapetin cahaya sedekatnya dengan suhu serendahnya....


Kamu bisa tambahin kipas angin buat ngedinginin lampunya...


Dalam waktu 5 hari kamu uda liat bayi-bayi itu...


Sementara tumbuh kamu pastiin lampnya nyala 18/6 dengan kata lain 18 jam lampu nyala dan 6 jam lampu mati, ini tahap awal pertumbuhan.....
Setelah proses pembungaan, jadiin 12/12 untuk hasil maksimal
Cari pupuk yang sesuai dengan keinginan kamu, mau buat daunnya seger, akarnya banyak dan bunganya gede...ada ditangan kamu..
Waktu lampu nyala...kamu masukin aktif karbon yang uda dibungkus kaos kaki, untuk ngasi makan karbondioksida ke tanaman kamu sebagai bahan bakar photosintesis


Menentukan Jantan dan Betina


Jantan mempunyai kandungan THC lebih sedikit ketimbang betina...
jantan rasanya ga enak, pait, pedes dan bikin pusing...
kalo betina punya pabrik THC di bunganya...


Kalo ada jantan diantara betina adalah mimpi buruk
serbuk sarinya bisa membunuh pembungaan betina sampai jarak 8km


Bunuh kalo ada si jantan, karena bunga akan menjadi biji dan produksi THC akan menjadi turun drastis


Pengerigan, gantung kebawah ampe krispi...angkat...isep...


Itu ganja terenak yang pernah kamu isep...


Jangan isep daunnya...tapi isep bunganya...


Siram 3x sehari
Dan berhenti 2minggu sebelum pemanenan...


wokeh selamat mencoba....inget jangan ampe ketauan fuck (polisi) hehe...



system hydrophonic


generalhydroponics

Share:

Sebagian Manfaat Daun Ganja

Manfaat Daun Ganja
 1. Kanker Daun ganja adalah salah satu obat penyembuh kanker. Cara kerjanya adalah dengan mengaktifkan molekul tertentu yang terdapat dalam tubuh seperti cannabinoid receptor, yang pada akhirnya akan menghentikan kiriman sinyal rasa sakit ke otak.
 2. Epilepsi Sebuah senyawa dalam tanaman ganja yaitu senyawa cannabidiol ganja sangat efektif untuk meredakan nyeri yang terjadi di otak, yang biasanya menjadi pemicu gejala kejang pada pasien epilepsi.

Senyawa ini dibantu oleh senyawa lain dalam tanaman ganja juga, yakni senyawa GWP42006.
 3. Penghilang Rasa Sakit Sudah menjadi rahasia umum kalau daun ganja memiliki pemutus sinyal rasa sakit yang dikirim ke otak. Ini berarti daun ganja bisa menjadi obat pati rasa.
 4. Obat Penyakit Tertentu Daun ganja bisa menyembuhkan penyakit arthritis, sakit kepala, parkinson, glaukoma, hipertensi, alzheimer, dan lainnya.
5. Manfaat Lain Daun Ganja (kutipan : detik.com) - Efektif untuk penggunaan otak kanan - Bermanfaat untuk membangkitkan Energi Alam Bawah Sadar - Bermanfaat untuk membuka rahasia kekuatan alam bawah sadar yang maha dahsyat manfaat daun ganja Nah itulah manfaat daun ganja yang jarang orang tahu. Artikel ini untuk menyadarkan masyarakat bahwa daun ganja tidak melulu negatif, adakalanya daun ganja itu mempunyai manfaat positif apabila digunakan secara tepat. Oleh karena itu bijaklah mempergunakan daun ganja dan jangan menyalahgunakannya secara ilegal.

Share:

Stres Pada Tanaman Ganja

Tanaman Ganja Dengan kelamin Ganda Kotak Biru Menunjukkan Bunga Betina dan Kotak Hitam Menunjukkan Bunga JantanStress dalam tanaman ganja banyak sekali penyebabnya,bagi pembudidaya ganja ini merupakan hal yang harus sebisa mungkin dihindari karena banyak sekali akibat yang ditimbulkan akibat stress yang dialami oleh tanaman ganja antara lain,
  • Terganggunya pertumbuhan tanaman (pertumbuhan menjadi lambat)
  • Perubahan jenis kelamin ,untuk pembudidaya yang menginginkan tanaman sinsemilla atau hanya bunga dengan jenis kelamin perempuan,ini adalah sebuah masalah yang sangat serius, karena stres yang dialami oleh tanaman dapat mengakibatkan munculnya polen atau bunga jantan dalam satu tanaman sehingga terjadi penyerbukan dan semua gizi yang digunakan untuk membentuk bunga akan digunakan untuk memproduksi biji guna regenerasi tanaman, sehingga hasil yang didapatkan tidak memuaskan.
  • Tanaman layu dan mati.
Tanaman Ganja Dengan kelamin Ganda
Kotak Biru Menunjukkan Bunga Betina dan Kotak Hitam Menunjukkan Bunga Jantan
Yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pembudidaya yaitu penyebab tanaman ganja menjadi stres antara lain sebagai berikut.

Stres karena pupuk 
Akibat ketidak seimbangan pupuk yang diberikan akan mengakibatkan stress pada tanaman,kesalahan yang sering dialami oleh bagi pembudidaya adalah tentang pemberian pupuk, pupuk yang seharusnya diberikan pada masa tanaman sudah mulai memasuki masa pertumbuhan vegetatif diberikan pada masa tanaman masih dalam fase bibit,sehingga mengakibatkan tanaman menjadi kering dan mati karena over fertil atau kelebihan pupuk, selain itu juga pemberian pupuk yang berlebihan ada tanaman juga mengakibatkan tanaman stres, pemberian pupuk untuk tanaman ganja pada masa pertumbuhan vegetatif sebaiknya dilakukan seminggu sekali untuk pupuk yang dicampurkan ada air yang akan diserap oleh akar, serta tiga hari sekali untuk pupuk yang diberikan melalui penyemprotan , untuk pemberian pupuk lanjutan akan dijelaskan pada artikel berikutnya.
Stres akibat Air
Pemberian air pada tanaman ganja yang dibudidayakan dalam ruangan harus menjadi perhatian kusus, disini dikususkan untuk metode budidaya menggunakan tanah, kondisi air yang diberikan harus dalam keadaan tidak terlalu kering dan tidak terlalu becek, tanah yang terlalu kering mengakibatkan tanaman sulit mendapatkan penunjang hidup yang sangat penting, serta pemberian air yang sangat banyak mengakbatkan tanaman menjadi layu karena akar yang sedianya berfungsi untuk menyerap air serta gizi dari dalam tanah terlampau berlebih menyerap air, kelebihan air juga memicu kebusukan pada akar yang sangat menggagu pertumbuhan tanaman bahkan bisa menyebabkan tanaman ganja menjadi mati.untuk tanaman yang dibudiayakan ada luar ruangan saya tidak menyarankan untuk melakukan penyemprotan pada saat matahari sedang terik karena air yang disemprotkan pada tanaman dapat mengintensifkan cahaya matahari dan dapat membakar daun, penyemprotan sedianya dilakukan pagi ataupun sore hari, untuk tanaman ganja dalam ruangan penyemprotan lebih baik dilakukan pada siklus gelap, karena air yang disemprotkan tidak mudah menguap karena cahaya lampu sehingga  tanaman akan lebih mudah menyerap air secara optimal.
Stres akibat siklus cahaya tidak teratur
Tanaman ganja sedikitnya membutuhkan lebih dari 18 jam masa pencahayaan untuk pertumbuhan yang optimal pada masa vegetatif untuk pembudidaya dalam ruangan, konsistensi dalm encahayaan disni sangatlah penting sehingga timer untuk pengaturan lamu sangat penting untuk menjaga agar cahaya tetap konsisten dan sesuai siklus yang diinginkan ,selain itu kondisi dimana masa gelap haruslah benar-benar dalam kondisi gelap,artinya tidak boleh ada cahaya sedikitpun karena tanaman sangat peka terhadap cahaya, dengan kata lain apabila masih ada cahaya masuk pada eriode gelap dalam siklus encahayaan tanaman akan tetap melakukan kegatan fotosntesis, pencahayaan dengan siklus 12/12 dilakukan hanya saat tanaman sudah memasuki masa berbunga.ketidak teraturan dalam pemberian cahaya dapat mengakibatkan tanaman menjadi hermaprodit atau memilki kelamin ganda. yaitu menunjukkan tanda-tanda seperti jenis tanaman jantan meskiun itu adalah tanaman betina. selain itu stres pencahayaan dapat ditimbulkan akibat pemindahan tanaman dari pencahayaan dalam ruangan ke pencahayaan luar ruangan.tanaman yang belum masuk masa ahir dari siklus vegetatifnya dan dipaksa untuk berbunga dengan memberikan siklus 12/12 lebih cenderung mengalami stres terlebih apabila tanaman yang sebelumnya menggunakan siklus 24jam penuh pencahayaan dipindahkan kedalam siklus 12/12 atau diberikan ke pencahayaan luar ruangan, tanaman akan lebih rentan mengalami stres , tanaman harus mengalami masa adaptasi terhadap cahaya terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke siklus pencahayaan berbeda ataupun dipindahkan keluar ruangan.
Stres akibat kerusakan jaringan tanaman
Tanaman ganja mudah mengalami stres dan dapat mengakbiatkan tanaman mati dikarenakan bagian tanaman tersebut rusak, kerusakan bisa diakibatkan gangguan fisik dari luar semisal patah ataupun akibat pemotongan bagian tanaman yang dilakukan pembudidaya, biasanya pembudidaya melakukan pemotongan terhadap tanaman karena mengginginkan hasil cabang yang lebih banyak tumbuh pada tanamanya sehingga ranting utama tanaman dipotong, karena tanaman mengalami luka maka nutrisi yang digunakan untuk tumbuh otomatis akan digunakan guna memulihkan luka tersebut sehingga pertumbuhan tanaman akan sedikit melambat,ada cara yang lebih baik yang akan dibahas mengenai low stress testing ada tanaman ganja , pada artikel berikutnya.selain itu kerusakan akibat hama yang menyerang bagian batang tanaman dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.
Stres akibat kadar PH

Kadar PH yang stabil guna pertumbuhan ganja dengan media tanah adalah antara 6,5-7,5 dan PH 5,5-6,5 untuk budidaya hidroponik, ketidak setabilan PH tanah dapat diakibatkan oleh banyak sekali faktor, diantaranya adalah kondisi tanah yang terlalu asam atau terlalu basa serta air yang diberikan untuk menyirami tanaman dalam kondisi PH yang tidak setabil.ketidak setabilan PH sangat Berengaruh pada kondisi akar yang berfungsi menyerap nutrisi dalam tanah.
Stres Akibat kerusakan akar.
Untuk pembudidaya luar ruangan masalah ini seringkali dihadapi, yaitu masalah kesehatan akar, kondisi tanah seringkali tidak dapat kita duga-duga cacing ataupun hama lain yang daat merusak akar tanaman ganja menjadi enyebab utama kerusakan akar tersebut.untuk pembudidaya dalam ruangan sangat perlu diperhatikan bahwa cahaya akan dapat merusak dan melukai akar, maka sangat penting untuk melindungi dan memberi kondisi akar agar jangan sampai terkena cahaya.
Stres akibat kondisi lingkungan
Kondisi lingkungan tempat hidup tanaman ganja sangatlah mempengaruhi bagaimana tanaman tersebut tumbuh, kondisi yang terlalu panas dengan aliran udara yang tidak mengalir dapat menyebabkan tanaman mengalami stres dan memperlambat pertumbuhannya bahkan menyebabkan kematian pada tanaman ganja.begitu pula apabila kondisi tempat hidup tanaman ganja terlalu dingin dan tidak menunjang akar untuk berkembang, maka tanaman akan mengalami pertumbuhan yang lambat.hal ini sering dialami oleh pembudidaya yang memindahkan tanaman dari dalam ruangan ke alam terbuka.
Share:

Penyakit Pada Tanaman Ganja

Penyakit Pada Tanaman Ganja (Downy Mildew dan Powdery Mildew)
Penyakit Pada Tanaman Ganja (Downy Mildew dan Powdery Mildew)
Powdery mildew merupakan salah satu penyakit jamur yang disebabkan oleh Sphaerotheca/Podosphaera dan Erysiphe. Infeksi powdery mildew dapat menyebabkan turunnya produksi dan kualitas Ganja.
Downy Mildew Disebabkan oleh cendawan Sclerospora maydis. Penyakit ini meyebabkan kerugian paling besar dalam budidaya Ganja.
Penyakit ini menyerang tanaman ganja baik vegetatif dan pembungaan pada daun ,batang dan tunas.

Akibat serangan penyakit ini, tanaman tidak dapat tumbuh dan berproduksi lagi. Penyakit ini berbahaya pada tanaman ganja yang berumur kurang dari 1 bulan.
Faktor-faktor yang mendukung berkembangnya penyakit ini adalah:
1. Kondisi lingkungan yang lembab (musim hujan)
2. Tanah yang lembab atau basah (irigasi jelek) mendukung perkecambahan jamur Sclerospora maidis.
3. Pemupukan N yang berlebihan dan sifat fisik tanah yang liat mempermudah perkembangan penyakit bulai.
Pencegahan

Untuk budidaya dalam ruangan Usahakan Mengurangi kepadatan tanaman. Berikan Ruang untuk meningkatkan sirkulasi udara. Jangan menempatkan tanaman secara langsung terhadap dinding atau ke sudut.
Untuk budidaya Luar Ruangan Pengedalian yang utama adalah mengatur waktu tanam, sehingga pada awal musim hujan tanaman Ganja telah berumur lebih dari 5 minggu. Dengan kondisi cuaca sekarang yang tidak menentu, saluran irigasi harus lancar.Perlakuan benih dengan fungisida yang mengandung belerang atau tembaga, agar konidia yang terbawa benih tidak berkembang.
Jika Tanaman Telah diserang sangat sulit untuk membasmi hama ini 100% pembudidaya Dianjurkan melakukan langkah pencegahan dan deteksi dini pada tanaman.
Pindahkan Tanaman Yang Telah Terinfeksi dan lakukan pemangkasan pada bagian yang terserang.
Share:

Pemilihan Biji Ganja

Biji Bagus
Biji Bagus
Contoh Visual dari biji dengan Kondisi Bagus dan siap untuk di semai.biasanya ciri2 biji yang kondisinya bagus adalah dilihat dari bentuk visualnya yang terlihat kuat ,dengan motif garis yang jelas dan juga tidak kempes ataupun pecah.

visual Biji Dengan kondisi bagus.
visual Biji Dengan kondisi bagus.

biji akan terlihat seperti penampang diatas. kerutan terlihat jelas dan kondisi biji masih dalam keadaan utuh.
Bisi Jelek
Bisi Jelek
diatas Contoh biji dalam kondisi yang kurang bagus.
Pemilihan biji yang baik sangat mempengaruhi akan tanaman yang akan ditanam, tanaman yang baik diawali oleh biji yang baik pula, untuk mendapatkan biji sendiri ada berbagai cara, pada umumnya pada setiap pembelian ganja yang dilakukan di indonesia secara ilegal tidak jarang ditemukan biji dengan kualitas baik, dari jenis sativa yang tumbuh di habitat tropis indonesia, atau sengan cara membeli bibit pada seedbank dari internet untuk mendapatkan biji dengan kualitas yang baik, tapi penulis sarankan untuk membudidayakan kualitas asli indonesia yang telah terkenal di mata dunia sebagai keturunan sativa murni.
identifikasi biji
identifikasi biji
ketika memilih biji untuk dijadikan bibit, kita hanya memilih biji dengan jenis kelamin perempuan, identifikasi jenis kelamin bisa dilihat dari bentuk biji, kita yang kita akan gunakan yaitu memiliki ciri-ciri seperti kawah gunung berapi, disini ditampilkan dalam biji 1,3,5, sedangkan pada biji 2 dan 4 memiliki kecenderungan tumbuh dengan jenis kelamin laki-laki ataupun hermaphrodite.
Penyimpanan Biji
Toples kedap udara
Toples kedap udara
Untuk menjaga Biji agar selalu dalam kondisi bagus dan layak untuk di semai,simpanlah biji pada tempat kering dan gelap juga tidak lembab. biasanya menggunakan toples kedap udara seperti gambar diatas.dengan cara itu maka biji ganja tersebut dapat disimpan dalam kondisi layak selama bertahun-tahun, pastikan tutup dalam kondisi rapat dan kondisi penyimpanan tetap kering dan tidak panas.
Share:

Panduan Perkecambahan Ganja I

Metode Perkecambahan untuk ganja
Metode perendaman perkecambahan ganjaBenih ganja dapat berkecambah dengan berbagai cara yang berbeda-beda,bisa tergantung menurut media yang akan digunakan untuk menanam, apabila anda berkeinginan untuk menggunakan media hidroponik,bublephonik,atau media lain,bisa menggunakan metode tissue basah dan juga rockwool,akan tetapi jika akan menggunakan media tanah maka anda bisa juga langsung menempatkannya di tempat dimana ia akan tumbuh.


Metode Perendaman
metode ini adalah metode yang banyak sekali di gunakan dan juga beberapa improvisasi dapat dilakukan dengan metode ini.
Dengan metode ini yang kita perlukan adalah:
  • biji ganja
  • air
  • gelas
  • tissue / media tanam
metode ini secara singkat adalah dengan cara merendam biji ganja kedalam air, dengan cara memasukkan air ke dalam gelas kemudian biji ganja dimasukkan ke dalam gelas
Sumber Gambar : cannaversity.com

proses perendaman biji ganja
kemudian setelah itu taruhlah gelas dalam ruangan yang gelap dengan suhu udara 21-32* C,suhu terbaik agar biji ganja dpat tumbuh adalah 25* C, dengan metode ini air akan masuk kedalam biji ganja dan memicu hormon yang ada di dalam biji ganja untuk mengirimkan sinyal untuk menumbuhkan Radikula.dalam proses ini biji ganja akan tumbuh dalam waktu 24jam – 8 hari, ada beberapa metode setelah perendaman
- dalam waktu 24 jam, setelah biji ditaruh di tempat gelap selama 24 jam maka akan terlihat biji yang tenggelam kebawah, kemudian biji dipindahkan kedalam media tanah atau rockwool kemudian diberikan cahaya agar tumbuh, metode ini dapat di terapkan untuk biji dengan kualitas bagus.
- setelah biji direndam selama 24 jam kemudian pindahkan biji pada tissue yang dibasahkan, kemudian proses dilanjutkan dengan menaruh tissue ke dalam ruangan gelap dan lembab sampai biji ganja berkecambah.
- setelah biji direndam dalam waktu 24 jam maka tunggu sampai kondisi biji tersebut berkecambah di dalam air, proses biasanya akan terjadi dalam waktu 3-5 hari dengan biji kualitas bagus.
Perkecambahan Biji Ganja
Sumber Gambar : cannaversity
setelah biji berkecambah maka anda bisa memindahkannya ke media tanam yang ingin anda gunakan.
Metode Tissue Basah
Metode ini sangatlah sederhana bahan-bahan yang diperlukan ialah :
  • Air
  • Wadah misal : piring  / kotak makanan
  • tissue
Langkah langkah yang harus dilakukan ialah:
- letakkan satu lembar tissue pada wadah ataupun piring kemudian basahi dengan air biasa atau air mineral.
- susun rapi biji ganja seperti terlihat pada gambar berikut.
Perkecambahan Ganja Media tissue
Perkecambahan Ganja Media tissue // Sumber gambar : marijuanagrowguide.net
Proses Perkecambahan biji ganja
Sumber gambar : Marijuana Horticulture The IndoorOutdoor Medical Growers Bible
- kemudian tutup kembali menggunakan tissue, dan basahi menggunakan air.
- simpan wadah tadi pada ruangan dengan suhu udara 21-32* C
-periksa biji ganja setiap 2 hari sekali. jika ada yang tumbuh segera pindahkan kedalam media tanam yang anda inginkan
Kecambah Ganja
Kecambah Ganja
Setelah biji ganja tersebut tumbuh maka pindahkan kedalam media tanam diagram proses pemindahan kecambah yang seperti gambar berikut.
Pindah benih ganja
Share:

Identifikasi jenis kelamin tanaman Ganja

Penampang bunga jantan dan betinaTanaman ganja secara umum memiliki dua jenis kelamin yaitu tanaman dengan kelamin jantan dan tanaman dengan kelamin betina, untuk membedakan jenis kelamin tersebut adalah dengan melihat ciri-ciri yang ada pada tanaman ganja.
pada petumbuhan fase bibit dan fase vegetatif jenis kelamin tanaman ganja belum dapat di identifikasi secara akurat,barulah pada fase ahir vegetatif jenis kelamin dari tanaman ganja tersebut akan terlihat.
Dari segi visual perbedaan bunga jantan dan bunga betina terlihat sangat jelas sekali.



seperti ditunjukkan dari penampang dibawah ini :

Bunga Jantan

Pra-Bunga Tanaman Ganja Jantan
Pra-Bunga Tanaman Ganja Jantan
bunga jantan menunjukan adanya polen atau calon bunga yang menyimpan serbuk sari dan akan dilepaskan keudara pada saat bunga tersebut mekar ataupun sudah matang.
berikut ini adalah contoh bunga ganja jantan yang sudah matang dan memproduksi banyak serbuk sari untuk proses pembuahan kepada bunga betina.
Bunga Ganja Jantan mekar
Bunga Ganja Jantan mekar
pada umumnya tanaman jantan memiliki kandungan THC yang rendah.akan tetapi ada beberapa jenis tanaman ganja jantan yang memproduksi kandungan THC yang tinggi bahkan Lebih tinggi dari bunga dengan jenis kelamin betina pada jenisnya, sehingga sangat potensial untuk di budidayakan.
Bunga Betina
Sama halnya dengan tanaman ganja jantan, tanaman ganja betina menunjukkan kelaminnya pada saat tanaman menempuh ahir fase vegatatifnya. dan menunjukkan calyx dan dua buluh kecil yang disebut pistils, seperti ditunjukkan pada gambar tanaman ganja berikut.
Pra-berbunga Ganja Betina
Pra-berbunga Ganja Betina
Pada budidaya dengan tujuan adalah pemanfaatan kandungan THC yang ada di dalam pohon ganja, maka Tanaman dari jenis betina memiliki potensi untuk menghasilkan kandungan THC paling tinggi, kandungan THC tersebut akan berproduksi maksimal dalam tanaman ganja ketika bunga dari ganja betina dibiarkan dalam kondisi perawan atau tidak dibuahi oleh bunga jantan yang lebih dikenal dengan sebutan sinsemilla, dengan cara seperti ini maka produksi THC akan meningkat dibandingan dengan bunga betina yang dibuahi oleh bunga jantan,dikarenakan energi pada saat tanaman ini tumbuh akan disalurkan dalam bentuk THC jika kondisi bunga tidak mengalami penyerbukan, akan tetapi jika bunga mengalami penyerbukan energi yang digunakan akan di berikan guna pertumbuhan biji sebagai proses regenerasi tanaman secara alamiah.
bunga sinsemilla sativa
bunga sinsemilla sativa
pada budidaya tanaman ganja guna dimanfaatkan untuk di ambil benih atau bijinya maka penyerbukan wajib terjadi dan proses produksi biji akan berlangsung secara alamiah hingga biji yang dihasilkan dari bunga mencapai kondisi matang.
Bunga betina ganja memproduksi biji
Bunga betina ganja memproduksi biji
Bunga Hermaprodite
HermaproditeBunga hermaprodite adalah dimana dalam satu tanaman ganja terdapat dua jenis kelamin, bunga jantan dan bunga betinda berada dalam satu tanaman, pada tanaman ganja bunga hermaprodite ini secara alami akan melakukan penyerbukan dan akan memproduksi biji karena dalam satu tanaman terdapat dua jenis kelamin, pada produksi tanaman ganja guna diambil bijinya tanaman ini sangat istimewa dikarenakan hasil biji yang akan tumbuh dari produksi biji bunga hermaprodite jika tumbuh maka sebagian besar akan menjadi tanaman betina dengan potensi produksi THC yang tinggi.
contoh bunga hermaprodite seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini :
Bunga Hermaprodite Perhatikan bunga betina tumbuh di atas dan bunga jantan tumbuh pada bagian bawah.
bunga betina dapat berubah menjadi hermaprodite jikalau tanaman mengalami stres, baik dari segi pencahayaan (terlalu banyak / kurang), pupuk yang berlebihan,atau perlakuan yang menghambat pertumbuhan (contoh: air yang kurang / berlebihan)
Share:

Panduan Perkecambahan Ganja II

Media Tanam Organik Campurkali ini kita akan membahas tentang proses perkecambahan kembali, setelah posting sebelumnya tentang panduan perkecambahan ganja, kali ini untuk budidaya tanaman ganja kita dapat memindah proses perkecambahan dan juga pembibitan tanaman ganja yang secara alami tumbuh ke dalam beberapa media.
media yang akan kita gunakan adalah tanah organik, dan Floral Foam
Tanah organik dapat diperoleh dengan membeli di toko-toko tanaman hias ataupun dengan cara mencampur beberapa bahan dengan komposisi dan perbandingan.
Media Tanam Organik Campur
dengan perbandingan adalah :

  • Tanah merah : Sekam bakar : Pupuk kandang 2 : 1 : 1
  • Tanah merah : Sekam bakar : Pasir malang : 2 : 1 : 1
  • Tanah merah : Sekam mentah : Pupuk kandang 2 : 1 : 1
  • Sekam bakar : Sekam mentah : Pupuk kandang 1 : 1 : 1
Menanam Ganja Dengan Tanah Organik
Menanam Ganja Dengan Tanah Organik

media tanam dapat di tempatkan dalam tempat berkecambah khusus yang dapat di beli di toko pertanian atau menggunakan polybag, serta dapat juga memanfaatkan bahan-bahan yang telah dibuang sebagai kepedulian terhadap sampah dan lingkungan,
Bekas plastik Jadi polybag pembenihan ganja
pada aktu menanam jangan lupa untuk memberikan penanda agar jika tumbuh dapat diketahui dan di indetifikasi asal usul serta jenisnya, sering kali kita lupa karena jumlah pohon yang kita tanam terlalu banyak.
Pemberian Label Pada Benih Ganja
Pemberian Label Pada Benih Ganja
biji ganja akan berkecambah apabila suhu udara terpenuhi, dan biji ganja akan berkecambah dengan baik apabila suhu udara 21-32* C.
Perkecambahan ganja dengan media tanah organik
Perkecambahan ganja dengan media tanah organik
Floral Foam adalah semacam media tanam yang sangat mudah didapatkan di indonesia saat ini, walaupun ada media tanam yang lebih baik sepertri roockwool, namun harganya dan barangnya pun tidak semudah media Floral Foam, bentuknya mirip dengan spons tetapi keras dan akan remuk jika di tekan, fungsi penyerapan cairannya bagus untuk masa perkecambahan,
Media Tanam Ganja Floral Foam
Media Tanam Ganja Floral Foam
Biji dan Floral Foam
Biji dan Floral Foam
pola penanaman menggunakan Floral Foam sangat mudah dan bisa dijadikan awal untuk metode penanaman hidroponik, tinggal melubangi kecil Floral Foam serta meletakan biji ke dalamnya, maka proses perkecambahan akan terjadi secara alami.
menanam benih ganja pada Floral Foam
menanam benih ganja pada Floral Foam
sebenarnya masih banyak sekali metode perkecambahan yang dapat dilakukan, akan tetapi akan kami bahas lain waktu, seperti proses perkecambahan pohon ganja apabila ditanam di hutan dan habitat aslinya, pembahasan tersebut sedang kami rangkum, terimakasih untuk semua pembaca dan selamat mecoba.
Salam hijau bagi seluruh pem-budidaya.
Salam hijau bagi seluruh pem-budidaya.
Salam hijau bagi seluruh pem-budidaya.
Share:

Kontak Order

Nama

Email *

Pesan *

Popcash

Ganja / Marijuana Online Shop

Ganja / Marijuana Online Shop

Total Tayangan Laman